Setelah kami menikah. Kami membuat rencana-rencana jangka pendek dan jangka panjang :). Termasuk menyelesaikan studi Bubund, Anak, Rumah, dan lain sebagainya.

Akhir tahun 2006, beberapa bulan setelah menikah. Kami memutuskan membeli tanah untuk tempat tinggal kami suatu saat nanti. Kami hanya mampu membeli 200 meter persegi, letaknya bukan dipinggir jalan tapi dekat ke perkotaan. Akses ke pusat kota kecil kami sekitar 5 menit :). Buat kami ukuran ini cukup besar, kami bersikeras tidak mau membeli perumahan, karena satu dan lain hal.

Setelah Bubund lulus kuliah 1 tahun kemudian, masih juga belum dikaruniai sikecil. AKhirnya kami memutuskan untuk membangun rumah terlebih dahulu, mulai menabung dan mengatur pengeluaran. Cukup lama memang kami membangun rumah, kami tidak meminta bantuan orang tua untuk membangun rumah. Semuanya berdua, dari membeli tanah hingga rumah bisa berdiri.

Meski rumah belum jadi, kami memutuskan untuk pindah. Kami pindah setelah lebaran tahun 2008. Lantai masih belum dikeramik, hanya kamar saja. Memprihatikan mungkin, tapi kami bahagia karena ini hasil jerih payah kami sendiri. Cukup lama prosesnya hingga rumah kami layak ditempati, sedikit demi sedikit rumah kami cicil selesaikan. Dari nambah keramik ruang tengah, kemudian dapur, rapihkan kamar tidur utama. Dan sekarang setelah sekian tahun rumah kami belum selesai juga hehehe. Tahun ini insya Allah siap menyelesaikan bagian depan rumah supaya berbentuk dan cantik dilihat.

Meski orang tua cerewet untuk segera menyelesaikan rumah kami, tapi Bubund dan Ayah bersikeras untuk memutar uang yang ada menjadi usaha yang menghasilkan. Tidak langsung habis kerumah. Yang penting bagian dalam sudah rapih dan nyaman untuk ditinggali.

Leave a comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *