Ide menulis sepertinya selalu datang disaat yang kurang tepat. Kenapa bisa disebut kurang tepat? yah buat saya bekerja didepan meja dan laptop itu adalah me time. Melepas kepenatan setelah seharian melulu mengurus keperluan domestik :). Tidak tepat karena saat saya ada ide menulis dengan tema atau judul tertentu saya sedang sibuk mengerjakan yang lain. Dan akhirnya wassalam saya lupa lagi mau nulis apa saat saya bisa tenang duduk depan maroonce si leptop kesayangan saya 🙂

Pun tadi saat saya rehat sejenak dan meluangkan waktu bersama anak-anak dengan membaca buku salah satunya. Saat buku baru saya buka dihalaman pertama, saat itu pula saya ingin menulis :). Berbagi pendapat dengan pembaca (padahal yang mampir kesini aja jarang ya hehehe). Buku tetep dibuka, belum lanjut ke berikutnya karena takut lupa saya mau nulis ini disini.

Sesuai dengan judulnya, agak berat sepertinya bahasannya. Tentang Jihad. Jihad seorang muslim wal muslimah terhadap agamanya. Ide saya dapat dari buku Muhammad SAW Teladanku atau disingkat jadi MUTE jilid 7

mencari nafkah dalam islamJihad

Jihad dalam arti yang sesungguhnya adalah berjuang, berkorban tanpa pamrih demi melindungi agama ataupun rakyatnya. Jihad yang putih bersih tanpa embel-embel berharap lebih dibelakang. Murni sejatinya dari diri seorang muslim yang gigih berjuang demi keadilan.

Diceritakan, pada suatu hari, ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya.

“Ya Rasulullah, bagaimana jika ada orang yang pergi berjihad di jalan Allah, tetapi dalam hati sebenarnya ia menginginkan harta rampasan perang yang banyak ?”
Rasulullah SAW, bersabda : “Tidak ada pahala baginya”

Seorang ulama besar bernama Muhammad Abduh menjelaskan bahwa jihad itu tidak semata-mata berperang melawan musuh, tetapi juga memajukan pendidikan, dakwah, pertukangan, kerajinan, pertanian, membangun negara, serta meninggikan akhlak dan derajat suatu umat.

Lantas bagaimana jika kita berharap mendapatkan keuntungan atas usaha kita dalam hal pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya. Tentu itu pun adalah jihad, karena niatnya adalah baik yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang halal. Dan niat mendapatkan keuntungan itu semata-mata untuk menafkahi keluarganya.

Saya bukan guru, bukan suhu ataupun ahli dalam bidang tertentu. Tapi boleh kan ya berpendapat. Yang disebut Rasulullah SAW tidak ada pahala itu adalah jika niat ingin mendapatkan keuntungan yang tidak halal baginya. Berkedok jihad untuk kepentingan umat ternyata ada kepentingan pribadi didalamnya. Padahal jika memang ingin mendapatkan keuntungan pribadi, berdagang atau berbisnis tepatnya bukan berjihad. Seperti cara Rasulullah SAW berdagang sambil berjihad membela dan mengembangkan ilmu islam.

Seperti maraknya kasus-kasus kehidupan masa kini, kasus kekinian yang tidak ada habisnya. KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME alias KKN. -maaf jadi ke politik sedikit- :). Yang awal-awal berjanji besar beromong banyak ingin meningkatkan taraf hidup rakyat, yang ada meningkatkan taraf hidup sendiri dan haus kekuasaan. Setelah berjuang lama dan tercapai cita-cita ‘jihadnya’ akhirnya lupa terhadap janji-janji saat awal ‘berjihad’.

Please pak-bapak, bu-ibu yang berjanji banyak terhadap rakyat. Ingatlah akan janjimu. Nanti kekuasaan dan niatmu akan ditagih di yaumil akhir. Jika memang ingin keuntungan yang banyak, janganlah berkedok membela rakyat. Terjunlah langsung ke dunia bisnis. Jika ingin kekuasaan, janganlah menyebut demi rakyat jika kekuasaan itu hanya untuk menambah beban rakyatmu saja.

Seperti dikutip dalam hadist :
“Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya’. [HR. Muslim]

Menurut saya….
Jihad kecil kita adalah saat seorang suami berusaha bekerja keras demi menafkahi keluarganya. Saat seorang wanita mengorbankan waktu bersenang-senang demi menunaikan pekerjaan dirumah dengan niat ibadah dan berharap pahala. Saat seorang ibu rela mengorbankan waktu dengan keluarga untuk bekerja diluar rumah demi tetap bertahan dari terpenuhinya kebutuhan hidup. Apapun itu niatkan dengan kebaikan dan ibadah berharap rezeki harta, umur, kebaikan, kesehatan selalu diberikan kepada kita.

Sekali lagi, saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa hanya mencoba belajar menuliskan pendapat dan belajar untuk mengingatkan diri sendiri agar bisa lebih baik dari hari ke hari.

** menulis adalah salah satu cara untuk mengingatkan diri sendiri 🙂