bannerDulu,..
ga pernah terpikirkan kalo kehidupanku akan seperti apa. Wanita karir, Ibu rumah tangga, pebisnis, atau apapun itu. Aku berpikir seperti apa aku waktu itu saja. Menikmati hidup. Santai. Itu saja.

Saat aku harus bekerja sebagai buruh pabrik, sekian belas tahun yang lalu. Aku enjoy aja. Seneeeng banget punya kehidupan baru. Uang sendiri, bisa main sesuka hati, beli apa sesuka hati. Ada sedih sedikit-sedikit paling seputaran galau sakit hati karena seseorang aja hehe. Ah… sesimple itu rasanya dulu. 🙂

Makin kesini,.. sedikit memikirkan tanggungjawab. Dengan sekolah adik-adik. Investasi ilmu dengan buku dan kuliah. Hasil keringat sendiri. Tidak meminta orang tua sama sekali. Bangga? yupzzz banget… ternyata aku bisa!

Kesini lagi. Menikah. Ternyata proses pernikahan ga sesulit yang dibayangkan hohoho. Cuma yang sulit perjalanannya aja, kayak sinetron dan roman picisan hahaha. Ga perlu diceritain ya pembaca, karena ga akan cukup 10 halaman :P. Yang jelas, di episode kehidupanku yang ini.. seruuuuuuuu!

Episode berikutnya, memiliki anak-anak. Seneng, seru, kadang ada bikin nangis juga, kayak rujak rasanya. Manis, asam asin, pedes hehehe. Resign dari kantor demi anak-anak adalah satu keputusan penting. Saat itu yang dipikirkan adalah anak. Yang kedua, penghasilan. Sudah bertekad, apapun akan kujalani untuk mendapatkan penghasilan dari rumah aja. Yang penting halal.

Nah sekarang, udah ada 3 jagoan (plus ayahnya ya maksudnyaaaah hehe). Cukup?? rasanya belom ya,..pengen ada si cantik mungil dirumah. Meski dimulut, berat untuk nambah lagi. Tapi dihati kok galau ya hehe.

Kalo ditanya temen dan sodara, ga bosan dirumah terus? ga pengen ngantor lagi? liat gengsinya sih pengen ya ngantor lagi? tapi kalo liat dompetnya sih.. mending bisnis aja. Bisa kejar penghasilan berapapun. Kerjain apapun yang disukai. Punya waktu dengan anak-anak.

Rasa bosan itu langsung ilang, kalo udah liat 2 pasang mata melotot, dan ciuman bertubi tiap hari :D. Pelukan tak terhitung. Ga pernah sedikitpun bosan dengan rutinitas urus mereka. Capek iya. Tapi tergantikan saat melihat mereka tersenyum bahagia, sehat, panggilan sayang.

Aaaaaah… ga akan pernah tergantikan hari-hari seperti ini. Jikalau suatu hari ngantor lagi… eehmmmm… kok berat ya mikirnya hiksss.. Semoga kehidupan kami baik-baik saja. Dengan begitu aku, suami dan anak-anak seperti ini terus kedepannya. Ga pernah ninggalin mereka lagi seharian penuh 5 hari setiap minggu.

Bunda pengen dirumah terus kok naaaak.. peluk cium untuk  kalian yaa…. 😀

Leave a comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *