Kalo bicara tentang asal mula atau sejarah terbentuknya keluarga purwanto, berarti mengenang masa awal-awal perkenalan hingga pernikahan antara Bubund dan Ayah 🙂

Begini, ceritanya kami ini korban cinta lokasi hehe. Tahun 2004 kamu satu kantor. Bertemu disana dan tadinya sih ga ada deg-deg serrr :). Kami berteman, biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Status kami saat itu sudah memiliki pasangan masing-masing.

Karena kantorku belum ada fasilitas jemputan, ya biasanya kami pulang bareng. Bubund dibonceng ayah waktu itu :). Dan masih belum ada perasaan apa-apa hingga satu tahun kemudian.

4 Bulan setelah Bubund ngantor, Bubund putus dengan sang pacar. Tidak perlu diceritakan apa dan kenapa putusnya ya pemirsa hehe,, ga penting juga kan ya :D. Sedih, ya pasti. Nangis, hehe iya sih.. gapapa kan wajar ya. Pembaca yang mengenal kami, mungkin senyum-senyum kok BUbund cerita ini hehe. Gpp, biar Abang dan Adek tau sejarah keluarga kecil kami.

Saat itu, temen Bubund yang ada ya cuman Ayah. Dia datang, menghibur, bawain macem-macem. Meski statusnya saat itu kalo ga salah masih punya pacar. Tapi sebagai teman wajar dong ya menghibur teman yang lagi sedih. *pembelaan.

Hingga beberapa bulan kemudian, kami masih berteman. Jadi salah ya, yang mengira Bubund punya pacar baru sebelum aku putus dengan sang mantan hehe. Gapapa sih ga percaya juga ga penting buat Bubund :). Yang penting Ayah yang terbaik sekarang.

Nah,.. karena kedekatan kami, akhirnya hubungan kok jadi TTM ya hihi. Tanpa perlu berkata I LUV U, sudah saling memahami keknya…. meski saat itu ada yang PEDEKATE. Tapi Bubund pikir, belum kenal sifat-sifatnya (yang jelek terutama) karena yang baik pasti BUbund terima hehe. Memutuskan untuk menolaknya secara halus.

Kemudiaaan…. panjang deh kalo diceritain. Satu tahun kemudian, Juli 2010 akhirnya Bubund memutuskan kalo Ayah adalah yang terbaik, diluar segala kekurangannya. Berharap kami bisa seiring dan sejalan dalam membangun keluarga kecil kami.

Ga perlu nunggu punya rumah dulu, punya uang segambreng dulu, punya tanah sehektar dulu. Yang penting niat, ada tabungan sedikit ya sudah kami pakai…. taraaaa… akhirnyaaa….

KAMI MENIKAH 🙂

Leave a comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *